PSIKOLOGI PENDIDIKAN
"KEJENUHAN BELAJAR"
•
Muhibbin Syah (1999:161), jenuh dapat berarti
jemudan bosan dimana sistem akalnya tidak dapat bekerja sesuai dengan yang
diharapkan dalam memproses item-item informasi atau pengalaman baru. Sedangkan
secara harfiah jenuh ialah padat atau penuh sehingga tidak memuat apapun.
•
Al-Qawiy (2004:1) bahwa kejenuhan adalah tekanan
sangat mendalam yang sudah sampai titik jenuh.
•
Hakim (2004:62) Kejenuhan belajar adalah suatu kondisi
mental seseorang saat mengalami rasa bosan dan lelah yang amat sangat sehingga
mengakibatkan timbulnya rasa lesu tidak bersemangat atau hidup tidak bergairah
untuk melakukan aktivitas belajar
•
Robert (dalam Muhibbin Syah, 1999:162) kejenuhan
belajar adalah rentang waktu yang digunakan untuk belajar, tetapi tidak
mendatangkan hasil.
JENIS-JENIS
KESULITAN BELAJAR:
Learning Disabilities
• 1. Ketidakmampuan bljr atau
menghindari belajar sehingga hasil
2. belajar di
bawah potensi akademik
· 3. Slow Learner
• 4. Lambat dlm proses bljr,
membutuhkan waktu yg lebih lama
· 5. Underachiever
• 6. Tingkat potensi intelektual
normal, tp prestasi bljr rendah
Kiat-kiat
Mengatasi Kejenuhan Dalam Belajar
¨ Dalam
mengatasi kejenuhan belajar, hal pertama yang harus dilakukan adalah
mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kejenuhan tersebut.Dengan memahami
latar belakang dari kejenuhan, siswa atau guru bisa melakukan tindakan yang
tepat untuk mengusir atau mengatasi kejenuhan yang dialami. Dengan
terselesaikannya masalah kejenuhan ini, diharapkan siswa bisa belajar dengan
baik dan mencapai prestasi belajar yang memuaskan.
¨ Kejenuhan
belajar yang disebabkan oleh keletihan fisik dan keletihan indera pada umumnya
dapat dikurangi atau dihilangkan dengan cara beristirahat yang cukup (terutama
dengan tidur yang nyenyak dan berkualitas) serta mengkonsumsi makanan dan
minuman yang bergizi. Adapun, kiat-kiat mengatasi keletihan mental yang
menyebabkan munculnya kejenuhan belajar, diantaranya:
1.
Istirahat dan mengkonsumsi makanan dan minuman
yang bergizi dengan takaran yang cukup banyak.
2.
Pengubahan atau penjadwalan kembali jam-jam
dari hari-hari belajar yang dianggap lebih memungkinkan siswa belajar lebih
giat.
3.
Menata kembali lingkungan belajar meliputi
pengubahan posisi meja tulis, lemari, rak buku, alat-alat perlengkapan belajar
dan sebagainya sampai memungkinkan siswa merasa berada di sebuah kamar baru
yang lebih menyenangkan untuk belajar.
Dapat diambil kesimpulan bahwa kejenuhan belajar
adalah dimana kondisi emosional dan fisik seseorang yang tidak dapat memproses
informasi – informasi atau pengalaman baru karena tekanan sangat mendalam yang
berkaitan dengan belajar sehinggatidak bersemangat untuk melakukan aktivitas
belajar.
Faktor – faktor yang menyebabkan kejenuhan belajar
menurut Muhibbin Syah (1999:164):
- Terlalu
lama waktu untuk belajar tanpa atau kurang istirahat. Belajar secara rutin
atau monoton tanpa variasi
- Lingkungan belajar yang buruk atau tidak
mendukung. Lingkungan yang mendukung dapat meningkatkan motivasi belajar
begitu pula dengan lingkungan yang kurang mendukung dapat meyebabkan
kejenuhan belajar.
- Lingkungan
yang baik menimbulkan suasana belajar yang baik, sehingga kejenuhan dalam
belajar akan berkurang. Begitupun sebaliknya.
- Konflik.
Adanya konflik dalam lingkungan belajar anak baik itu konflik dengan guru
atau teman.
- Tidak
adanya umpan balik positif terhadap belajar. gaya belajar yang berpusat
pada guru atau siswa tidak diberi kesempatan dalam menjelaskan maka siswa
dapat merasa jenuh.6. Mengerjakan sesuatu karena terpaksa. Tidak adanya
minat siswa dalam belajar dapat meyebabkan kejenuhan belajar pelajaran
itu.
Menurut
Hakim (2004:63) factor penyebab kejenuhan belajar adalah:
- Cara atau metode belajar yang tidak
bervariasi.
- Belajar hanya di tempat tertentu.
- Suasana belajar yang tidak
berubah-ubah.
- Kurang aktivitas rekreasi atau
hiburan.
- Adanya ketegangan mental kuat dan
berlarut-larut pada saat belajar.
Dari faktor di atas disebutkan bahwa lingkungan
belajar dapatmenyebabkan kejenuhan belajar. Lingkungan belajar yang kurangn
nyaman dapat menyebabkan kejenuhan belajar begitupula sebaliknya, lingkungan
belajar yang nyaman dapat membuat suasana belajar menjadi menyenangkan
Ciri – ciri kejenuhan Belajar
Menurut Hakim (2004:63) Kejenuhan belajar juga
mempunyai tanda- tanda atau gejala-gejala yang sering dialami yaitu timbulnya
rasa enggan, malas, lesu dan tidak bergairah untuk belajar.Sedangkan menurut
Reber dalam muhibbin Muhibbin Syah, (2010:170):
- Merasa
seakan – akan pengetahuan dan kecakapan yang diperoleh dari proses belajar
tidak ada kemajuan. Siswa yang mulaimemasuki kejenuhan dalam belajarnya
merasa seakan – akan pengetahuan dan kecekapan yang diperolahnya dalam
belajar tidak meningkat, sehingga siswa merasa sia-sia dengan waktu
belajarnya.
- Sistem
akalnya tidak dapat bekerja sebagai mana yang diharapkan dalam memproses
informasi atau pengelaaman, sehingga mengalami stagnan dlam kemjuan
belajarnya. Seorang siswa yang sedang dalam keadaan jenuh, system akalnya
tidak dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan dalam memproses berbagai
informasi yang diterima atau penglaman baru yang didapatnya.
- Kehilangan
motivasi dan konsolidasi.Siswa yang dalam keadaan jenuh merasa bahwa
dirinya tidak lagi mempunyai motivasi yang dapat membuatnya bersemangat
untuk ,meningkatkan pemahamnnya terhadap pelajaran yang diterimanya atau
dipelajarinya.Berdasarkan teori di atas maka ciri – ciri kejenuhan belajar
adalah merasa bahwa pengetahuan dan kecakapan dalam proses belajar tidak
ada kemajuan, sistem akalnya tidak dapat bekerja sebagai mana yang
diharapkan dalam memproses informasi atau pengalaman, kehilangan motivasi
dan konsolidasi.

Komentar
Posting Komentar